Trump Akan Pindahkan Kedutaan AS Untuk Israel ke Yerusalem

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (5/12) mengatakan kepada para pemimpin Israel dan Arab bahwa dia bermaksud untuk memindahkan kedutaan AS di Israel ke Yerusalem.

Seperti dilansir Reuters, pejabat senior AS mengatakan Trump pada hari Rabu diperkirakan akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan melakukan relokasi kedutaan dari Tel Aviv dalam enam bulan ke depan, meskipun dia berencana untuk memerintahkan untuk segera merencanakan langkah tersebut.

Dukungan AS terhadap klaim Israel atas seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya akan bertentangan dengan kebijakan AS yang telah berlangsung selama puluhan tahun bahwa status kota tersebut harus diputuskan dalam negosiasi dengan Palestina, yang menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara.

Langkah AS tersebut juga berpotensi memicu berlanjutnya kekerasan di Timur Tengah. Masyarakat internasional tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota, yang merupakan kota suci umat Islam, Yahudi, dan Kristen.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Raja Yordania Abdullah, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud, yang semuanya menerima telepon dari Trump, bergabung dengan sebuah senada memperingatkan bahwa langkah sepihak AS di Yerusalem tersebut akan menggagalkan upaya AS untuk perdamaian dan meredakan kekacauan yang meluas di wilayah ini.

Gedung Putih mengatakan bahwa Trump juga telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang telah lama mendukung berpindahnya kedutaan besar AS untuk Israel ke Yerusalem.

Pemerintah Israel tidak menanggapi permintaan untuk memberikan komentar, namun seorang menteri senior Israel menyambut baik keputusan Trump sambil mengatakan bahwa Israel akan siap menghadapi pecahnya kekerasan.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders mengatakan bahwa Trump yang berjanji pada saat kampanye kepresidenan untuk memindahkan kedutaan di Israel, akan memberikan pidato pada hari Rabu mengenai keputusannya di Yerusalem.

“Saya kira pemikiran Presiden trump saat ini sudah cukup solid,” katanya, seperti dikutip Bloomberg.

Juru bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rdainah mengatakan Trump memberi tahu presiden mengenai niatnya untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem

“Abbas, sebagai tanggapannya, memperingatkan konsekuensi berbahaya dari keputusan tersebut terhadap proses perdamaian dan keamanan serta stabilitas wilayah tersebut dan dunia dan juga meminta Paus dan pemimpin Rusia, Prancis dan Yordania untuk campur tangan,” ungkapnya.

Raja Jordania, yang pemerintahannya berperan sebagai penjaga tempatsuci umat Islam di Yerusalem, mengatakan kepada Trump bahwa memindahkan kedutaan tersebut memiliki “dampak yang berbahaya” bagi wilayah tersebut dan akan menghalangi usaha AS untuk mempromosikan perundingan damai Israel-Palestina, menurut sebuah pernyataan istana.

Sementara itu, Raja Salman menekankan kepada Trump bahwa pengumuman AS tentang status Yerusalem akan “mengobarkan perasaan Muslim di seluruh dunia,” seperti dikutip kantor Berita Saudi.

Tak satu pun pernyataan para pemimpin mengatakan bahwa Trump akan menentukan waktu pemintahan kedutaan.

Namun, pejabat AS, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan bahwa Trump diperkirakan akan menandatangani pembebasan keamanan nasional untuk tidak memindahkan kedutaan dari Tel Aviv selama enam bulan ke depan walaupun berkomitmen untuk mengatur langkah tersebut.

Namun, dia tidak berencana membuat jadwal yang spesifik. Pemerintahan Trump membutuhkan waktu untuk mengatasi masalah logistik seperti kurangnya gedung kedutaan dan perumahan staf yang aman di Yerusalem, menurut pejabat AS tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *