Siapa Sangka Taman Cantik di Boyolali Ini Ada di TPA Sampah

Sebuah taman yang cukup asri di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Boyolali itu kini menjadi favorit anak-anak sekitar untuk bermain. Pandangan TPA yang kotor dan kumuh tak terlihat sama sekali di taman tersebut.

“Kalau sore hari dan di hari-hari libur, banyak anak-anak sekitar yang bermain di taman ini,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Sampah, Suwarno, Kamis (4/1/2018).

Taman di TPA sampah yang berlokasi di Desa Winong, Kecamatan Boyolali Kota tersebut juga dilengkapi dengan beberapa ayunan untuk bermain anak-anak. Dinamakan Taman Edukasi TPA.

Di taman tersebut terdapat sejumlah tanaman bunga serta pohon perindang. Juga terdapat jogging track dengan bebatuan kerikil halus berwarna putih. Taman itu pun terlihat cukup asri.

Tumpukan sampah yang menggunung tidak terlihat dari taman itu. Karena terhalang oleh rimbunnya pohon bambu kuning dan tanaman pohon perindang lainnya. Pembuatan taman yang dilengkapi dengan sejumlah fasilitas tersebut juga sebagai pembelajaran kepada masyarakat tentang pengolahan sampah.

“Di belakang Taman ini merupakan workshop pengolahan sampah. Kemudian juga kami rencanakan untuk dilengkapi dengan tempat pemutaran film untuk edukasi anak-anak tentang pengolahan sampah serta perputakaan. Lokasinya sudah ada, DPRD juga sudah setuju rencana itu,” kata Suwarno.

Di lokasi workshop tersebut, setiap hari dilakukan pengolahan sampah dengan memilah sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dimanfaatkan untuk kompos. Sedangkan sampah-sampah plastik, biasanya diambil para pemulung.

“Untuk komposnya, sementara ini dimanfaatkan untuk memupuk tanaman di taman-taman kota,” jelasnya.

Di taman tersebut juga terdapat jaringan pipa instalasi pemutihan gas metan. Namun gas dari pengolahan sampah tersebut sejauh ini baru cukup digunakan untuk kebutuhan memasak di lokasi TPA tersebut.

“Kalau mencukupi bisa disalurkan untuk warga sekitar. Tetapi sekarang masih sebatas digunakan di TPA saja,” imbuh dia.

Sementara itu salah seorang warga setempat, Mujiono (45), mengatakan taman tersebut jika sore hari ramai di kunjungi anak-anak untuk bermain. Dia pun senang ada taman tersebut karena bisa menjadi hiburan anak-anak yang murah bahkan gratis.

“Pada hari Minggu, pas libur akhir tahun kemarin, ramai banget anak-anak yang bermain di sini,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *