Genjot Penjualan di Banyuwangi, Perusahaan Ini Buka Kapos Baru

Di tengah pasar otomotif roda dua atau motor yang turun, perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM) Tbk masih mencatatkan pertumbuhan. Pertumbuhan tersebut diyakini setelah lebih agresif mengembangkan jaringan layanan dengan membuka kantor pos (Kapos) PT WOM baru.

Banyuwangi perekonomiannya tumbuh pesat, jadi sasaran PT WOM mengepakkan sayap dan penetrasi lebih dekat bisnisnya ke masyarakat. Yang baru dibuka, adalah Kapos Rogojampi, yang berada di Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi.

“Banyuwangi semakin tumbuh pesat perekonomiannya. Jangkauan wilayah yang luas sangat diperlukan untuk kami meningkatkan pelayanan kepada konsumen,” kata General Manager Business Unit Jawa Timur PT WOM Finance, Gilbert Samuel Rizal Siahaan, kepada detikcom, usai membuka Kapos Rogojampi, Jumat (15/12/2017).

Ia menuturkan saat ini WOM memiliki 178 jaringan di seluruh di Indonesia dengan jumlah kantor cabang 130 dan 75 kantor selain kantor cabang. Hingga akhir tahun, ditargetkan jumlah Kapos akan semakin bertambah.

“Kan kalau harus ke Banyuwangi terlalu jauh, sehingga kita mendekat agar pelayanan, aksesnya lebih gampang, kita lihat juga dari sisi penyerapan tenaga kerja. Paling tidak kita berkontribusi untuk Rogojampi dan sektor pariwisata, kita juga ingin bersama-sama mengembangkan ini,” kata Gilbert.

Dengan penambahan Kapos, tambah Gilbert, ditargetkan market share bisa naik dari tahun lalu yang mencapai 6 persen, menjadi 8 persen di tahun ini. Untuk Jawa Timur sendiri, pembiayaan otomotif kendaraan roda dua yang dilakukan WOM mencapai 7.000 hingga 8.000 unit. Total sekitar Rp 1,6 triliun untuk pembiayaan kredit motor khusus Jawa Timur.

“Saat ini kontribusi penyaluran kredit multiguna baru 40 persen. Sementara kredit otomotif masih mendominasi sekitar 60 persen,” tandasnya.

Sementara Branch Head Banyuwangi, Syamsul Rizal menambahkan, sejauh ini Cabang WOM finance per bulan rata-rata melayani nasabah sejumlah 500 sampai 600 per bulan. Kalau diakumulasikan dengan rata-rata Rp 10 juta/nasabah mencapai angka Rp 600 miliar per bulannya.

Rizal menambahkan, dengan adanya kantor pos yang baru, dia menargetkan mampu menambah jumlah nasabah setelah melihat pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi yang cenderung positif dan tumbuh berkembang.

“Target kita ya ada penambahan sekitar 100 unit/bulannya. Kita genjot penjualan disaat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi sedang baik,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *