Untuk ke-27 Kalinya, Aparat dan KKSB Baku Tembak di Mimika

Satuan Tugas Pengamanan Obyek Vital Nasional (Obvitnas) di Tembagapura, Mimika, Papua terlibat kontak senjata dengan kelompok kriminal separatis bersenjata atau KKSB pada Senin (1/1) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Timika, kontak senjata terjadi di Jalan Tambang Mile 61 Tembagapura, Kabupaten Mimika, sekitar pukul 07.50 WIT (Senin pagi).

Dalam baku tembak yang berlangsung beberapa menit tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, beberapa korban luka, antara lain Jerel Langi yang mengalami luka di jari manis dan jari kelingking, diakibatkan terkena serpihan peluru.

Kemudian korban luka lainnya adalah Decroli selaku sopir mobil, yang mengalami cedera karena serpihan kaca di bagian ruas tangan, serta Bripka Nur yang juga mengalami cedera di jari manis akibat serpihan peluru.

Seperti biasa, dalam aksinya, KKB memakai strategi menembak lalu melarikan diri. KKB juga sempat menembak kendaraan operasional PT Freeport yang digunakan sebagai kendaraan patroli area tambang.

Dari informasi yang didapatkan, disebutkan bahwa penembakan itu mengenai kendaraan jenis LWB bernomor lambung 01-3576 dan LWB bernomor lambung 01-4938. Kedua kendaraan itu terkena pada bagian yang sama yakni kaca bagian depan dan kaca samping sebelah kanan.

Sejauh ini, Kabid Humas, Polda Papua Kombes AM Kamal ketika dikonfirmasi oleh Radar Timika, belum memberikan jawaban terkait dengan kejadian tersebut. Demikian juga Kapolres Mimika, AKBP Victor Mackbon yang berusaha dikonfirmasi baik melalui WA atau telepon selulernya, belum memberikan konfirmasi soal penembakan di awal tahun 2018 tersebut.

Berdasarkan data kepolisian menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2017 lalu, telah terjadi 26 kasus penembakan di area PT Freeport Indonesia (PTFI) di Distrik Tembagapura. Pernyataan ini sampaikan Kapolres Mimika, AKBP Victor D Mackbon, SH SIK MH MSi dalam refleksi akhir Tahun 2017 Polres Mimika, Minggu (31/12) lalu di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Dia mengatakan, aksi penembakan yang terjadi sepanjang 2017 lalu di Distrik Tembagapura, semuanya dilakukan oleh KKSB. “Mereka (KKSB red) melakukan penembakan, terhadap fasilitas PTFI dan juga personel yang tergabung dalam Satgas Amole,” kata Kapolres.

Lebih lanjut kata Kapolres, akibat rentetan aksi penembakan itu, dua anggota Brimob meninggal dunia, yakni Briptu Bery Permana dan Almarhum Brigadir Firman. “Dua anggota Polri meninggal dan korban luka-luka ada 16 orang,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *