Tersangkut Kasus Narkoba 3 Kali, Akankah Jennifer Dunn Direhab?

Jennifer Dunn telah tiga kali tersangkut kasus narkoba. Kali ini, akankah wanita yang akrab disapa Jedun itu direhabilitasi?

Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvin Simanjuntak mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus Jedun terhadap dua calon tersangka lain yang masih diburu. Dengan demikian saat ini pihak kepolisian belum memutuskan hukuman untuk Jedun apakah akan direhabilitasi atau tidak.

“Jadi penyidikan kita fokus ke kasus ini, entar akan kita kembangkan tersangka DPO lainnya. Jadi di kita masih fokus pengembangan kasusnya dulu,” ujar Calvin, saat dihubungi Rabu (3/1/2018) malam.

Polisi kini masih mengejar 2 orang lainnya untuk mengungkap jaringan narkoba. Salah seorang yang diincar itu berinisial K yang jadi bandar atau penyuplai barang haram itu kepada FS. Ada pula BL yang juga dicari karena berperan sebagai konsumen FS lainnya.

“Kalau proses berlanjut nanti ada info yang disampaikan,” ungkapnya.

Sementara itu secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Jedun dijerat dengan pasal 114 UU Narkotika. Nantinya majelis hakim yang akan menentukan hukuman yang tepat bagi Jedun.

“Jedun terancam minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. Tergantung hakim masalah hukuman,” ujar Argo.

Sebelumnya diberitakan, Jennifer ditangkap polisi karena memesan sabu seberat 1 gram kepada FS. Polisi mengetahui hal tersebut karena menelusuri komunikasi antar keduanya. Polisi juga melakukan control delivery antar kedua pihak.

FS dibekuk di Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Minggu (31/12/2017) sore, sementara Jedun ditangkap di lokasi berbeda. Dari tersangka FS, didapati barang bukti sabu seberat 0,6 gram yang dipesan oleh Jennifer Dunn.

Pemesanan ini diketahui polisi setelah polisi memeriksa percakapan FS dengan Jennifer via WhatsApp. Pada pagi harinya, sekitar pukul 09.00 WIB, Jennifer mengkonsumsi sabu kiriman FS.

Sementara itu, saat ini polisi masih memburu tersangka K, yang diduga sebagai bandar narkotika tersebut.

“FS ini adalah yang mendistribusikan pesanan (yang diminta) oleh JD, tetapi sumber barang ini sedang kita dalami. Kita sudah dapatkan DPO-nya, inisial K,” kata Jean Calvin Simanjuntak di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/1) kemarin.

Terkait kasus narkotika, Jedun sebelumnya pernah ditangkap dua kali. Pada 2005, Jennifer Dunn terlibat kasus narkoba jenis ganja. Sementara pada 2009, perempuan kelahiran 10 Oktober 1989 itu terlibat kasus kepemilikan ekstasi.

Karena kasus itu, Jennifer Dunn diganjar hukuman empat tahun penjara. Perempuan yang baru-baru ini dijuluki pelakor atau perebut suami orang itu bebas pada Juni 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *