Tak Punya SIM, Pelajar Malah Adu Mulut dengan Polisi

Ada ada saja tingkah pelajar di Kabupaten Blitar, Jatim agar tidak ditilang saat terjaring razia polisi.

Mulai beralasan karena buru-buru, orang tua tidak bisa mengantar karena sedang sakit, hingga merengek-rengek menangis agar polisi iba.

Ada yang berani memaki-maki polisi menanyakan surat tugas dan sebagainya.

Kejadian seperti ini dilakukan Ahmad Fikri, pelajar SMKN Kademangan Blitar.

Fikri terjaring operasi lalu lintas karena tidak memiliki SIM. Saat hendak ditilang, Fikri tidak terima dan mengajak berdebat polisi.

Fikri meminta polisi menunjukkan surat tugasnya.

Melihat kejadian tersebut, Kasatlantas Polres Blitar AKP Argya Satrya Bhawana langsung menghampiri Fikri dan menunjukkan surat tugasnya.

“Dalam melaksanakan tugas tentu saja kita harus sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Termasuk kelengkapan surat tugas,” kata AKP Argya.

Polisi tetap mengambil tindakan bagi para pelajar yang mengendarai sepeda motor tanpa membawa STNK dan SIM, atau kelengkapan lainnya. Seperti helm, kaca spion, dan menggunakan knalpot racing.

“Apapun alasannya, tetap bersalah jika tidak sesuai peraturan. Termasuk belum cukup umur. Apapun alasan mereka, tetap kami tilang,” tegas AKP Argya.

Termasuk Fikri yang kalah berdebat karena tidak memiliki SIM.

Puluhan pelanggar yang didominasi pelajar terjaring razia dan langsung dikenakan sanksi tilang.

Razia serupa akan terus dilakukan di wilayah hukum Polres Blitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *