Geliat Suporter Myanmar di Pentas SEA Games 2013

VIVAbola – Timnas Myanmar U-23 masih perkasa di babak penyisihan Grup B SEA Games XXVII 2013. Tuan rumah semakin kokoh di puncak klasemen dengan 6 poin berkat kemenangan atas Kamboja dan Timor Leste. Penampilan cemerlang Myanmar juga kian lengkap dengan besarnya animo suporter yang datang ke Stadion Thuwunna Youth Training Center (YTC), Yangon. Mengenakan beragam atribut, para “pemain ke-12” itu dengan setia memberikan dukungan kepada pemain kesayangannya. Pantauan VIVAbola , besarnya animo pendukung The White Angels tampak saat Myanmar bertemu Timor Leste, Senin 9 Desember 2013. Meski duel ini baru digelar malam hari, mereka sudah berdatangan sejak siang hari. Kesempatan ini tentu saja memberi angin segar kepada para pedagang suvenir yang berada di area Stadion YTC. Mereka menawarkan berbagai atribut penunjang, dari syal, bendera, stiker, hingga jersey timnas Myanmar. Ada yang unik dari dandanan suporter tuan rumah. Sebagian masih mengenakan Longyi atau sarung khas Myanmar. Meski demikian, mereka masih tetap gesit dan tak kalah heboh dibanding dengan suporter lainnya. Meski masih didomimasi oleh kaum pria, suporter wanita juga cukup banyak. Bahkan, anak-anak juga ikut memberikan dukungan. Dengan dibantu oleh ibunya, bocah-bocah lucu itu berdandan dengan atribut timnas. “Kami harus memanfaatkan kesempatan sebagai tuan rumah SEA Games 2013. Tampil di rumah sendiri, kami harus datang dengan kekuatan penuh,” ujar Myo Zarni, salah seorang suporter Myanmar saat ditemui di Stadion YTC. Yangon sendiri merupakan daerah sepakbola di Myanmar. Kawasan yang sempat menjadi ibu kota negara tersebut merupakan basis sepakbola terbesar di Myanmar. Awalnya, Liga Myanmar hanya bergulir di daerah ini. Pesertanya merupakan klub-klub amatir yang berada di bawah pemerintahan. Konsep klub yang dikelola swasta baru diperkenalkan sejak 1996. Namun, pesertanya masih sebatas klub-klub yang berasal dari Yangon. Pada 2008, Federasi Sepakbola Myanmar (MFF) akhirnya berhasil mendapat izin pemerintah untuk mengelola klub profesional bersamaan dengan diluncurkannya Myanmar National League. Klub-klub Myanmar kini sudah bisa dihuni lima pemain asing dan diikuti klub dari luar Yangon. “Klub profesional tidak terlalu diminati di Myanmar. Mereka tidak punya basis pendukung yang kuat. Namun, untuk timnas, banyak warga yang antusias dalam memberikan dukungan,” ujar Soe Lwin, warga Yangon. Untuk sementara, suporter Myanmar masih bisa bernapas lega. Sebab, dari dua laga yang dilalui, The White Angels sukses memetik kemenangan atas Kamboja (3-0) dan Timor Leste (3-1). Parade kemenangan juga tak kalah heboh. Para pendukung tim tuan rumah merayakannya di jalan-jalan. Mereka bernyanyi dan meneriakkan yel-yel kemenangan saat meninggalkan YTC. (art)

Sumber: VivaNews