Ramai Artis Indonesia Jadi Perancang Busana

Spice Girls, girlband paling tenar di era 90-an, dengan lima wanita cantik bersuara emas yang sangat memanjakan telinga dan mata penggemarnya. Meski lama mereka tak lagi ‘bersuara’, namun salah satu personelnya hingga kini tetap berkarya.

Bukan di industri musik, tapi di dunia fesyen. Dia adalah Victoria Adams atau Victoria Beckham, istri mantan pesepakbola yang sempat dipuja di masanya, David Beckham. Pemilik julukan Posh Spice ketika masih menjadi bagian dari Spice Girls itu ternyata tak hanya berbakat menyanyi dan nge-dance, wanita berusia 43 tahun tersebut sukses membuktikan diri sebagai desainer handal.

Dari artis hijrah menjadi desainer fesyen membuatnya kian bersinar. Tak ada yang pernah menduga ibu empat anak itu akan sukses jadi desainer dan diakui di kancah internasional. Dalam wawancaranya dengan majalah Prancis, Madame Figarobeberapa tahun lalu, Victoria membeberkan alasannya bertransformasi profesi.

Dia mengakui awalnya terjun ke dunia fesyen karena alasan pribadi, bukan karena bisnis. Victoria ingin menciptakan pakaian yang sesuai dengannya dan membuat wanita lain merasa lebih percaya diri ketika mengenakan karyanya. Ciri khas garis rancangannya yang simpel, klasik, elegan dengan detail unik ternyata banyak diapresiasi dan diminati.

“Sangat penting bagi saya membuat wanita percaya diri, merasa lebih baik dengan pakaian saya,” kata penerima penghargaan Officer of the Most Excellent Order of the British Empire (OBE) dari kerajaan Inggris pada 2017 lalu karena pengabdiannya di industri fesyen selama 17 tahun, seperti dilansir dari Mirror.

Victoria Beckham hanya satu nama dari banyak artis dunia yang juga mendulang sukses setelah serius menjadi desainer. Beberapa nama lain, di antaranya Rihanna dan Kanye West atau rapper Inggris, Tinie Tempah yang menggebrak London Fashion Week Men’s 2018, dengan karya uniknya.

Di Indonesia pun, artis yang tertarik menjadi perancang busana, jumlahnya tak sedikit. Ada nama Oki Setiana Dewi, Zaskia Sungkar, Asri Welas, Zaskia Adya Mecca, Shandy Aulia. Mereka kepincut menggeluti dunia fesyen, mayoritas karena passion.

Oki Setiana Dewi

Aktris sekaligus ustazah ini dikenal sebagai salah satu desainer busana syar’i di Tanah Air. Dia memutuskan mendesain pakaian setelah beberapa tahun membintangi film fenomenal, Ketika Cinta Bertasbih.

Wanita berusia 29 tahun itu mengaku bahwa busana dan hijab syar’i yang dikenakan dalam film tersebut banyak disukai. Namun, dia belum yakin menjajal bisnis fesyen kala itu, baru beberapa tahun setelahnya memberanikan diri menjadi desainer busana syar’i.

“Saya waktu itu memang menjahit baju sendiri. Tadinya pakai sendiri, namun karena banyak permintaan, dan setelah saya menikah pada 2014 dengan suami berlatar belakang wirausahawan, saya baru mengeluarkan koleksi baju syar’i dengan brand Oki Setiana Dewi (OSD),” katanya kepada VIVA.

Melihat sambutannya yang luar biasa, akhirnya ibu tiga anak itu serius menggali bakatnya di salah satu sekolah desain di Jakarta. Alhasil, koleksi busana syar’i buatannya pun lebih fashionable dan tidak monoton.

Selain menjual secara online, Oki juga membuka toko di Thamrin City. Sukses dengan koleksi daily wear OSD, istri Ory Vitrio ini meluncurkan busana pengantin syar’i dengan label Oki Setiana Dewi Bridal pada 2016 lalu.

Oki juga memamerkan koleksinya dalam sejumlah fashion show di dalam negeri hingga ke negeri jiran Malaysia. Adapun harga busana syar’i rancangannya mulai Rp500 ribu hingga Rp5 juta.

Saskia Sungkar

Putri pertama aktris dan aktor lawas, Mark Sungkar dan Fanny Bauty ini awalnya dikenal sebagai seorang aktris sinetron dan penyanyi duo bersama adiknya, Shireen Sungkar dalam grup bernama The Sister. Namun setelah menikah dengan rekan sesama artis, Irwansyah pada 2011, Zaskia mulai mengubah penampilannya dan jarang tampil di layar televisi.

Wanita berusia 27 tahun ini memilih mengenakan hijab. Tak lama setelah itu, masih di tahun yang sama, wanita dengan panggilan Kia tersebut fokus menjadi desainer busana ready to wear untuk kalangan Muslimah. Alasannya menjadi desainer sebenarnya simpel. Dia kerap kesulitan menemukan busana yang cocok saat menghadiri berbagai acara.

Ditambah bakat menggambarnya sejak belia bertemu dengan gairahnya di dunia fesyen, dia pun memutuskan menekuni desain pakaian dan menggandeng adiknya, Shireen Sungkar. Saat ini, Kia telah memiliki sejumlah butik yang tersebar di beberapa daerah.

Dia juga berkolaborasi dengan beberapa desainer lain mendirikan butik di New York, dengan nama Indonesia Fashion Gallery. Alhasil, namanya tak hanya dikenal di Indonesia, pemilik label Kia by Zaskia Sungkar itu juga sudah mengglobal.

Selain punya butik di negaranya Donald Trump, koleksi Kia juga sudah wara-wiri di pekan mode bergengsi dunia, seperti New York Couture Fashion Week pada 2015 silam dan London Fashion Week 2016. Koleksi busana muslimnya mendapat apresiasi positif di negara minoritas Muslim itu.

Asri Welas

Tak ada yang menyangka aktris yang selalu berhasil mengocok perut penonton dengan polahnya yang jenaka ini juga mendapat kesempatan yang sama dengan Kia di New York Couture Fashion Week 2015. Asri mengenalkan budaya Indonesia, dengan membawa koleksi busana pengantin dari 12 daerah bertema Bhinneka Tunggal Ika. Kerennya, koleksi kebaya Asri banyak dipuji dan disukai rakyat sana.

Wanita berusia 38 tahun ini memang sudah merancang busana sebelum bermain dalam komedi situasi yang melejitkan namanya. Pemilik nama asli Asri Pramawati ini telah melakoni profesi sebagai desainer sejak 2007, dengan mengawinkan hobi menjahit sejak kecil dan passion-nya di bidang fesyen.

Dia pun mendirikan House of Asri Welas, yang tidak hanya menjual busana dan kebaya, tapi juga sepatu dengan desain unik. Bintang Cek Toko Sebelah ini pun sempat dipercaya mendesain gaun pengantin sesama artis, seperti Ussy Sulistiawaty, Oki Setiana Dewi dan Fitri Tropica beberapa tahun lalu.

Mantan model yang pernah menjadi Sales Promotion Girl (SPG) tersebut dalam suatu kesempatan mengatakan bahwa bisnis fesyen menjanjikan. Tak cuma itu, bisnis ini, selain menyenangkan juga membantu banyak orang.

Zaskia Adya Mecca

Wanita cantik berhijab ini awalnya juga dikenal sebagai aktris sinetron dan film. Namun, pada 2012, desainer berusia 30 tahun itu mengajak kakaknya, Tasya Nur Medina merilis label busana muslim bernama Meccanism.

Alasannya memilih jadi perancang busana sebelas-dua belas dengan Zaskia Sungkar. Dia yang saat itu telah menikah, ingin menjadikan keluarga sebagai prioritas, namun tetap ingin berkarya. Dan fesyen menjadi pilihan karena sesuai dengan passion-nya dan solusi dari kesulitan menemukan busana yang pas untuk dipakai.

Wanita yang dahulu kerap memberikan tutorial hijab ini memiliki garis desain simpel dan kasual dalam setiap rancangannya. Koleksinya yang beberapa kali melenggang difashion show Tanah Air atau di beberapa pameran dan department store memiliki harga terjangkau.

Beberapa waktu lalu, istri sutradara Hanung Bramantyo itu menjelaskan alasannya membanderol harga murah pada setiap karyanya. Dia ingin rancangannya bisa dikenakan semua kalangan.

“Tidak ada yang Rp500 ribu. Paling mahal Rp400 ribu, karena aku sendiri mikir kalau ada baju harganya Rp400 ribu,” kata bintang Surga Yang Tak Dirindukan itu.

Shandy Aulia

Artis yang populer berkat perannya sebagai Tita di film remaja Eiffel I’m in Love itu ternyata juga memiliki bakat dalam dunia rancang pakaian. Wanita 30 tahun ini memulai karier menjadi desainer sejak 2004 silam.

Alasannya tertarik di dunia fesyen sama seperti kebanyakan artis lain yang terjun menjadi desainer. Passion. Selain dunia seni, dunia fesyen baginya sangat menyenangkan.

Dengan label Shandy Aulia Collection (SA Collection), garis desainnya simpel, berwarna cerah dan girly. Kendati label itu sudah lahir sejak 2004, namun istri David Herbowo ini baru meresmikannya pada 2013 silam dalam fashion show tunggalnya.

Sukses dengan koleksi daily wear dan sleepwear, tak membuat Shandy puas. Dia pun mendesain gaun pengantin, dengan garis rancangan simpel namun cantik.

Kompetisi Makin Sengit

Sejatinya, dunia hiburan tak selamanya bisa menjadi andalan. Ada masanya, artis menjadi tenar namun ada kalanya popularitasnya kelar. Mengantisipasi hal itu, banyak artis banting setir atau bikin usaha sampingan.

Salah satu lahan yang paling laris manis dilirik artis adalah bisnis fesyen. Dan semakin banyaknya artis yang kepincut jadi desainer membuat industri ini kian ramai. Di sisi lain, persaingan di dunia ini pun makin sengit.

Bertambahnya pesaing memaksa desainer harus lebih kreatif dan berciri khas supaya karyanya tetap laris, dan bisa bertahan. Positifnya, kompetisi sengit tak jarang melahirkan desainer handal.

“Banyak pesaing, otomatis banyak tantangan, kita harus lebih kreatif dan punya ciri khas kuat agar produk kita laku dan diminati pembeli, yang tentunya memacu lahirnya desainer-desainer mumpuni,” kata desainer dari Indonesia Fashion Chamber (IFC), Sudarna Suwarsa kepada VIVA.

Namun di sisi lain, pangsa pasar sudah pasti terpangkas dan terbatas. Sebab, artis yang terjun ke dunia fesyen memiliki penggemar yang secara otomatis memudahkan mempromosikan karyanya. Meskipun secara sumber daya manusia (SDM), mungkin mereka belum layak disebut desainer.

“Karena untuk menjadi seorang desainer itu bukan hanya karena suka di bidang fesyen atau bisa sketsa model, tapi banyak hal yang harus dikuasai,” tutur Sudarna.

Setali tiga uang dengannya, desainer ternama Ivan Gunawan mengatakan bahwa menjadi desainer bukan pekerjaan mudah. Menurutnya, tak semua orang bisa menjadi desainer.

Selain kudu punya modal materi, hal lain yang diperlukan, di antaranya mental dan kepercayaan diri, pengetahuan tentang desain dan tren yang berkembang. Itu baru segelintir, masih banyak hal lain.

Beberapa artis yang memiliki bakat mungkin akan memilih meningkatkan kemampuannya dengan belajar desain. Namun sebagian yang memiliki passion tanpa bakat, memilih tetap berkecimpung di bisnis ini tanpa perlu mendesain. Cukup membayar desainer dan terpenting punya koleksi utuh di setiap musim plus nama yang tak asing, mereka bakal mampu bersaing.

Dan memang ada beberapa artis yang terjun ke industri fesyen, tanpa perlu menjadi desainer. Sebut saja Luna Maya dengan labelnya yang nge-hits banget, Luna Habit atau Daniel Mananta dengan label Damn! I, Love Indonesia. Mereka memiliki perancang yang mendesain koleksi untuk label pakaiannya. Dan koleksinya seperti apa, tak perlu ditanya karena banyak yang suka.

Kendati demikian, pemilik panggilan Igun itu menyambut baik kemunculan artis di industri fesyen Tanah Air karena membuatnya lebih berwarna. “Bermunculannya generasi dari sekolah mode dan artis dengan style fashion mereka, menurut aku menyemarakan industri fesyen,” ujar desainer 36 tahun ini.

Tak menyangkal pernyataan Sudarna dan Igun, Oki mengaku bahwa statusnya sebagai artis memang membantu dalam mempromosikan karyanya. Itu karena masyarakat Indonesia sudah mengenalnya sebagai figur publik.

“Enggak bisa dimungkiri, (status artis) memudahkan saya untuk promosi. Jadi (status artis) itu membantu,” ucapnya.

Kendati demikian, bagi Oki, menciptakan busana syar’i bukan cuma urusan bisnis, tapi juga ada misi dakwah di dalamnya. Dia ingin memfasilitasi wanita yang ingin mengenakan busana lebih syar’i.

“Bikin busana syar’i bukan sekadar bisnis tapi ingin melihat Muslim menutup aurat. Ada misi dakwahnya, sehingga harga dibuat sedang biar bisa digunakan banyak orang,” ujar wanita kelahiran Batam itu, menutup percakapan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *