Pria yang Diduga Rusak Kantor Kelurahan Ditemukan Tewas di Semak Belukar

Zainudin alias Udin, pelaku pembakar kantor kelurahan, ditemukan sudah tidak bernyawa di rimbun pohon dan semak di Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ia terbujur kaku, kulit tubuhnya pucat, tanpa alas kaki, dan ada darah keluar dari salah satu telinganya.

“(Tersangka) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Paur Subbag Humas Polres Balikpapan Inspektur Dua Tri Ekwan DJ, Kamis (4/1/2018) sore.

Tri mengatakan bahwa polisi belum mengetahui penyebab kematian pria itu. “Hasil visum nanti yang bisa mengungkap penyebab kematian,” kata Tri lewat pesan singkat.

Penemuan jenazah itu berlangsung bersamaan dengan upaya polisi mencari pelaku perusakan kantor Kelurahan Graha Indah sekaligus penganiayaan lurah dan staf.

Pelaku diyakini bernama Zainudin alias Udin, tukang jaga malam di Kantor Kelurahan Graha Indah. Dengan brutal, pria setengah baya ini melukai lurah dan seorang staf kantor kelurahan dengan parang, Rabu (3/1/2018) siang. Ia juga membakar kantor hingga ludes dilahap api. Udin menghilang setelah kejadian itu.

Dalam pengejaran, polisi menemukan jenazah ini. Terdapat sebilah parang di samping jenazah. Polisi menduga jenazah itu adalah Udin. “Belum bisa didapat karena tersangka ditemukan meninggal,” kata Tri.

Udin sendiri tinggal di Kelurahan Graha Indah sejak lama. Rumahnya tidak jauh dari kantor kelurahan, jaraknya sekitar 10 meter. Setiap hari, Udin menjaga kantor itu dari pukul 16.00 Wita hingga pukul 07.30 Wita keesokan hari.

“Dia pulang jam 07.30 Wita. Aplusan. Kami masuk, dia pulang,” kata Abdul Kadir, salah seorang pegawai trantib kelurahan.

Udin kembali datang ke kantor pukul 11.00 Wita, tetapi kali ini dia datang sambil menenteng parang. Ia membabi buta menyerang semua staf yang ada di dekatnya. Akibat aksi itu, Nunung Nurjaya, Lurah Graha Indah, dan Rizal, seorang staf pelayanan kelurahan, terluka parah.

“Lantas dia membakar dokumen yang ada di atas,” kata Kadir.

Mantan buruh kasar, tukang ojek, ataulah pekerja serabutan ini dikenal pendiam, memiliki perilaku sopan, juga ramah kepada semua orang. Ia suka memberi salam kepada tetangga yang dikenalnya. Tentu saja perbuatan brutal Udin mengejutkan semua orang.

Tetangga pun tidak percaya ulah Udin. Subandi, warga yang tinggal di samping kanan rumah Udin, mengaku sulit percaya tindak brutal ini. Subandi pun berharap, pelaku itu bukan Udin yang dikenalnya.

“Bahkan, kalau ketemu orang, dia selalu salam. Baik dan sopan (perangainya). Makanya kaget saya (mendengar kejadian ini),” kata Subandi.

Subandi mengaku menemukan perilaku aneh pelaku sebelum membakar kantor kelurahan serta menganiaya lurah dan stafnya. Belakangan ini, Udin sering mengatakan minta maaf kepada warga sekitar.

“Setiap bertemu dia selalu minta maaf kalau ada salah selama ini. Setiap bertemu pagi, sore, dan malam, dia salam ke saya,” kata Subandi.

“Dia juga bilang, kenapa setiap orang yang bertemu dengan saya selalu buang muka,” kata Subandi.

Subandi mengaku tidak mengira perilaku aneh Udin itu menjadi pertanda munculnya kekerasan yang terjadi di kantor kelurahan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *