Polda Bengkulu Siap Gelar Operasi Beras

Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu siap mengelar operasi pasar bila harga beras kualitas medium di daerah ini terus mengalami kenaikan.

“Kita siap menggelar operasi pasar beras di Bengkulu, jika harga bahan pangan ini terus mengalamai kenaikan, khususnya beras kualitas medium guna menstabilkan harga beras di pasar,” kata Kepala Polda (Kapolda) Bengkulu, Brigjen Pol Coki Manurung, di Bengkulu, Jumat (19/1).

Ia mengatakan, pihaknya sudah mengirim tim ke Jakarta berkoordinasi dengan Kepala Bulog untuk mengantisipasi kenaikan harga beras di sejumlah daerah di Provinsi Bengkulu dalam beberapa pekan terakhir.

“Jika diperlukan kita siap menggelar operasi pasar beras di Bengkulu, guna menstabilkan harga di pasar, sehingga masyarakat dari keluarga kurang mampu dapat membeli beras sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, Polda Bengkulu juga telah menurunkan tim ke lapangan untuk memantau harga beras di kabupaten dan kota di daerah ini. Polda Bengkulu juga melakukan pengecek terhadap gudang beras guna mengantisipasi penimbunan oleh oknum masyarakat tidak bertanggungjawab sehingga menyebabkan harga beras terus meningkat.

Kapolda Bengkulu mengimbau masyarakat yang mengetahui ada pengusaha melakukan penimbunan beras agar segera diinformasikan, sehingga pelakunya dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.

“Mohon informasi dan kerja sama dari masyarakat, jika mengetahui ada pengusaha menimbun beras dengan tujuan beras langka dan harganya naik supaya dilaporkan ke Polda Bengkulu, sehingga pelakunya kita tangkap dan diproses hukum,” ujar jenderal bintang satu ini.

Beras Sejahtera

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Bengkulu, Iskandar ZO mengatakan, untuk mengatisipasi kenaikan harga beras di daerah ini pihaknya mulai menyalurkan beras sejahtera (rastra) kepada warga miskin di daerah ini.

Setiap kepala keluarga (KK) menerima rastra sebanyak 10 kg/bulan tanpa ditebus alias gratis. “Jadi, rastra ini diberikan cuma-cuma kepada warga miskin di Bengkulu. Jika ada oknum yang menarik uang tebus rastra agar segera dilaporkan ke polisi dan Dinsos setempat,” ujarnya.

Dengan penyaluran rastra ini, maka kebutuhan beras bagi warga kurang mampu di Bengkulu, dapat diatasi dan mereka tidak lagi membeli beras di pasar. Dengan demikian, permitaan beras kualitas medium di pasar akan berkurang sehingga harganya kembali stabil.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan Bengkulu, Ricky Gunarwan mengatakan, kenaikan harga beras di Bengkulu, hanya sementara saja dan sebentara lagi turun. Sebab, diakhir Januari 2018, ada ratusan hektare tanaman padi akan dipanen, tersebar di sejumlah daerah di Bengkulu. Salah satunya di Kabupaten Bengkulu Utara ada ratusan hektare tanaman padi petani akan dipanen pada akhir Januari ini.

“Jadi, tidak ada gunanya pedagang menimbun beras di gudang karena sebentar lagi petani Bengkulu, akan panen raya padi, sehingga stok akan melimpah. Demikian pasokan beras ke pasar juga meningkat dari biasa dan pembeli stabil, maka harga beras akan turun,” jelasnya.

Dari pantuan SP di sejumlah pasar tradisional di Bengkulu, harga beras kualitas medium naik tipis dari Rp 9.750 menjadi Rp 10.000/kg. Sedangkan beras dalam kemasan karung plastik dari beragai merek dan ukuran rata-rata mengalami kenaikan Rp 15.000/karung dari biasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *