Pilgub Jateng 2018, Efek Nahdliyin di ‘Kandang Banteng’

Pemilihan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) dipastikan diikuti oleh dua pasang calon, setelah Ganjar Pranowo-Taj Yasin dan Sudirman Said-Ida Fauziah menjadi pasangan calon kepala daerah terakhir yang mendaftar ke KPUD Jateng kemarin.

Kalau Jawa Tengah selama ini disebut “Kandang Banteng,” sebutan untuk pendukung PDIP dengan warna identitas merah, pada pilgub kali ini mungkin identitas itu akan diuji.

Maklum, kekuatan kaum Nahdliyin diperkirakan mencapai 35% dari seluruh penduduk salah satu provinsi berpenduduk terbanyak di Indonesia tersebut.

Munculnya dua kandidat Nahdhatul Ulama (NU) yang saling bersaing di kedua kubu inilah yang membuat dinamika politik di Jawa Tengah menjadi menarik. Mereka adalah Taj Yasin (PPP), dan Ida Fauziah (PKB) dari kubu hijau yang justru bakal jadi penentu meski d iposisi orang kedua.

Artinya, siapapun yang menang, NU akan tetap mendapat tempat meski di posisi wakil gubernur yang pada kasus tertentu justru sangat menentukan, baik selama masa kampanye maupun saat memerintah. Seperti apa kekuatan dan kelemahan kedua pangan sebenarnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *