Menuntut Tanggung Jawab Ambruknya Selasar BEI yang Bikin Merinding

Detik-detik ambruknya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) sungguh mengerikan. Penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas ambruknya bangunan yang mengakibatkan 75 orang terluka itu terus diselidiki.

Selasar BEI ambruk pada Senin 15 Januari 2018 pukul 11.56 WIB. Ada 75 orang terluka dalam insiden ini yang sebagian besar merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, yang sedang melakukan kunjungan.

Video ambruknya selasar BEI kemudian heboh beredar di media sosial. Insiden itu juga menyedot perhatian masyarakat, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Sandiaga mengaku merinding saat menyaksikan video itu. “Jadi merinding juga melihat kejadian di video. Jadi kita berharap (yang) di rumah sakit cepat sembuh,” kata Sandi di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, pada Selasa 16 Januari 2017.

Atas jatuhnya para korban, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan pihaknya siap bertanggung jawab kepada para korban. “Bursa yang tanggung jawab. Gedung ini punya asuransi, tapi enggak usah kita hitung-hitungan dulu. Terakhir kalau sudah selesai semua baru kita hitung-hitung,” tutur Tito.

Sementara itu, Direktur Cushman & Wakefield Indonesia, Farida Rihadi, menjelaskan pihaknya rutin mengurus Sertifikat Layak Fungsi (SLF) Bangunan Gedung setiap tahunnya pada bulan Mei. Sehingga saat ini gedung yang sudah beroperasi sejak 1998, masih layak fungsi.

Banyak spekulasi yang kemudian berkembang di tengah masyarakat menyusul ambruknya selasar BEI tersebut. Menghindari informasi simpang siur, tim yang terdiri dari Kepolisian, Direktorat Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya (BPB-DJCK) dan sejumlah elemen lain melakukan kajian di lokasi kejadian.

Kesimpulan sementara, dugaan kegagalan bangunan gedung pada selasar Lobi Gedung BEI, dapat terjadi karena:
a. Sling putus
b. Penjepit sling terlepas
c. Baut tidak kencang
d. Baut patah
e. Penurunan kekuatan sling, baut, atau penjepit akibat korosi
f. Robeknya pertemuan baja dengan beton kolom dan/atau balok

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga telah membuat laporan awal soal ambruknya selasar di Tower II gedung BEI.Dokumen itu berjudul ‘Laporan Kajian Teknis Pendahuluan Kegagalan Bangunan Gedung Tower Gedung Bursa Efek Indonesia’.

Berikut ini kesimpulan sementara PUPR soal jatuhnya selasar gedung BEI:

Dugaan sementara:

1. Konsentrasi beban terkumpul pada salah satu titik selasar mengakibatkan salah satu penggantung terlepas dari kedudukannya di atas dan memicu penggantung lainnya turut lepas.

2. Beban momen yang terjadi tidak mampu dipikul oleh tumpuan pada dinding vertikal dan memicu kegagalan bangunan.

Sedangkan kepolisian masih menyelidiki ambruknya selasar gedung BEI. Pihak kontraktor BEI juga akan dipanggil jika ditemukan ada unsur kelalaian. “Nanti kami lihat dari hasil Pusat Laboratorium Forensik apakah ada unsur kesengajaan atau kelalaian. Kalau ternyata dua-duanya tidak ada, ya tidak,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di gedung BEI, kawasan SCBD Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa 16 Januari 2018.

Sekadar diketahui, Gedung BEI terdiri dari 2 tower yakni Tower I dan II. Kedua tower itu dibangun oleh kontraktor yang berbeda, salah satunya perusahaan asing yang berasal dari Korea Selatan. “Iya salah satunya Korea,” kata Direktur Cushman and Wakefield Indonesia Farida Riyadi di Gedung BEI, Jakarta, Selasa 16 Januari 2018.

Farida juga mengumumkan bahwa pemeriksaan olah TKP telah selesai. “Kami sampaikan bahwa efektif hari ini, bahwa Tower I dan Gedung BEI sudah berjalan normal seperti biasa dan kami sedang mengusahakan untuk Tower II besok pagi kita usahakan untuk berjalan normal,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *