Liga 1, Surga Buat Bintang Terbuang

Liga 1 2017, sudah rampung digelar pertengahan November lalu. Bhayangkara FC juaranya. Sejumlah kisah tercipta dalam kompetisi sepakbola tingkat tertinggi Indonesia. 2018 sudah saat ini. Berarti, Liga 1 2018, sudah akan memulai kisah barunya.

Tak harus menebak, publik sepakbola Indonesia tentu sudah tahu. Ya, Liga 1 kedatangan banyak bintang. Bukan hanya sekedar berlabel pemain asing murah. Tetapi, ada nama-nama besar yang sudah pernah mentas di liga-liga besar Eropa.

Berawal dari kedatangan pemegang satu cincin gelar juara Liga Champions 2011/2012, Michael Essien ke Persib Bandung. Lalu, muncul dukungan federasi, dalam hal ini Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), yang ditumpahkan ke sebuah regulasi liga.

Ya, PSSI mengharuskan setiap klub memiliki satu pemain bintang, atau dikenal dengan istilah marquee player. Ada yang pro, ada pula yang tak setuju. Tapi ujung-ujungnya, semuanya menerima.

Lalu, berdatanganlah para pemain veteran liga-liga Eropa itu. Nama gelandang tangguh yang membawa Sevilla juara Liga Europa 2009/2010, Didier Zokora, datang kemudian. Lantas, mantan penyerang Timnas Inggris dan Chelsea, Carlton Cole, menyusul Essien masuk armada Maung Bandung. Satu nama lain, yakni mantan gelandang Liverpool dan Juventus, Mohamed Sissoko.

Ada yang tumbang, ada pula yang menjadi bintang. Zokora misalnya. Semen Padang sudah membuangnya di tengah musim. Jelas, alasannya karena tak maksimal. Lantas, ada rumor tak sedap dari Cole yang pergi dari Persib. Kisah Sissoko juga berakhir sama, tak diperpanjang kontraknya.

Sementara itu, Essien justru jadi pujaan. Meski tak bisa membawa Persib mengakhiri musim di papan atas, mantan gelandang Real Madrid ini justru tetap jadi pujaan. Essien dipertahankan. Lalu, kisah eksodus mantan bintang Eropa lantas berhenti? Tentu tidak.

Setelah Essien, Cole, Sissoko, dan Zokora, ternyata para bintang terbuang lainnya kembali datang. Jelang musim baru, 20 kontestan Liga 1 tengah berada dalam fase buas memburu para pemain incarannya. Lalu, para bintang terbuang kembali berdatangan.

Dimulai oleh klub asal Kalimantan Timur, Mitra Kukar. Manajemen Naga Mekes berhasil mendatangkan mantan gelandang Liverpool, jebolan akademi Manchester United, Danny Guthrie. Belum puas. Mitra Kukar, kemudian mendaratkan mantan penyerang Sevilla, Fernando Rodrigues Ortega.

“Danny dikontrak selama satu musim kompetisi dengan opsi perpanjangan. Semoga kehadiran Danny mampu memberikan kontribusi positif untuk mengangkat prestasi tim Naga Mekes musim depan,” bunyi pernyataan resmi Mitra Kukar di Instagram klub.

“Kami memang perlu gelandang yang kuat untuk bisa membantu bertahan dan saat tim menyerang dengan bagus. Mudah-mudahan (Gurhrie) bisa membantu membawa Mitra Kukar ke posisi lebih baik dari tahun kemarin,” kata CEO Mitra Kukar Endri Erawan, dalam rilisnya, Kamis 4 Januari 2018.

Jejak Mitra Kukar membuat tetangganya, Borneo FC, tak mau kalah. Klub yang berbasis juga di Kalimantan Timur, Borneo FC, juga mendaratkan bintang. Dia adalah mantan gelandang Madrid, West Ham United, dan Girondins Bordeaux, Laurent Faubert.

Meski belum diumumkan, kabar gelandang berusia 34 tahun bakal merapat ke Stadion Segiri sudah bocor. Borneo sendiri yang membocorkan kedatangan Faubert ke Indonesia.

“Yang depan agennya, yang belakang ituuuuu!! Siapa dia?” tulis manajemen Borneo di Instagram.

Akan bergabungnya Faubert ke Borneo, ternyata diiyakan oleh sang presiden, Nabil Husein. Meski sudah datang, Faubert takkan langsung bisa teken kontrak. Sebab, menurut Nabil, pihaknya akan menunggu lebih dulu soal regulasi liga baru, soal transfer pemain asing atau marquee player.

“Ya benar. Dia datang malam ini sambil tunggu regulasi (transfer pemain Liga 1 baru), dia akan latihan dulu dengan Borneo sampai jelasnya regulasi itu,” kata Nabil, saat dihubungi VIVA, Selasa malam WIB, 9 Desember 2017.

“Kalau pun kami akan kontrak dia, kami akan kontrak satu tahun dulu sambil lihat perkembangannya di musim pertama. Tetapi, kami tunggu regulasi dulu. Apakah memang butuh marquee (player), atau tidak, nanti kami putuskan,” ujar Nabil.

Jadi setelah Guthrie, Fernando, dan Faubert, siapa lagi “kayu mati” liga-liga Eropa yang akan datang dan beraksi di ketatnya Liga 1 selanjutnya?

Tak cuma soal kedatangan pemain asing, atau marquee player saja yang ramai. Transfer pemain lokal juga cukup panas. Tentu, harus dimulai dengan cerita kepindahan dua pilar yang membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017, Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armayn.

Keduanya sudah resmi dibajak klub elite Malaysia, Selangor FA. Namun, keduanya justru tak mendapat restu dari Ketua Umum (Ketum) PSSI, Letjen TNI Edy Rahmayadi. Edy menganggap, keduanya hanya pikirkan uang dan dianggap tak patriotis.

Mengapa? Alasan Edy adalah, karena keduanya adalah pemain Timnas Indonesia U-23, yang tengah dipersiapkan menuju Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

“Siapa mereka? Seenaknya saja mengontrak-ngontrak? Kalau mata duitan, ya repot juga kita. Enggak ada jiwa nasionalisme. Nanti, akan saya kumpulkan segera,” kata Edy.

“Kalau pemain bola kita itu yang memanggil adalah negara-negara yang mampu membesarkan talenta atlet sepakbola Indonesia, akan saya berikan. Contoh, kalau dia dipanggil ke Spanyol, atau dia pergi ke Belanda, akan saya izinkan mereka,” kata Edy dalam wawancara dengan tvOne.

Namun, Edy akhirnya melunak dan mengizinkan Evan dan Ilham berangkat ke Selangor. Ternyata, ujungnya salah paham. Edy awalnya menganggap, tampil bersama Selangor akan membuat Evan dan Ilham akan berpengaruh buruk dengan performa keduanya di Timnas U-23.

Akhirnya, Edy pun berkomunikasi dengan Federasi Sepakbola Malaysia (FAM), membahas penyelasaian ini. Diungkap Wakil Presiden FAM, Dato Sri Subahan, Edy dan Selangor akhirnya sepakat untuk mencari solusi bersama.

Panasnya transfer juga terasa untuk pemain lokal. Sriwijaya FC paling mencuri perhatian. Laskar Wong Kito mendaratkan pelatih bertangan dingin, Rahmad Darmawan, pada awalnya.

Menyusul ke Sriwijaya, eks bintang Persib Bandung, Makan Konate, dan mantan pilar utama Arema FC, Esteban Vizcarra.

Selain itu, ada kisah empat pemain Persipura Jayapura, yang memilih pergi bersama Persebaya Surabaya. Ferinando Pahabol, Nelson Alom, Osvaldo Ardilles Haay, serta Ruben Sanadi, adalah empat bintang Persipura yang mencari tantangan di Kota Pahlawan.

Lalu, ada kisah winger lincah Semen Padang, Riko Simanjutak, yang memilih membela Persija Jakarta. Riko lebih memilih bergabung dengan Macan Kemayoran, lantaran Semen Padang terdegradasi ke Liga 2.

Dari Bali United, ada kisah kepindahan eks bintang Persib dan Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic. Ya, setelah mendapatkan kewarganegaraan Indonesia, bomber yang akrab disapa Spaso memilih bergabung bersama runner-up Liga 1 2018, Bali United.

Sebelum digelarnya Liga 1, sejumlah transfer pemain asing dan lokal masih akan berlanjut kisahnya. Patut dinantikan kisah kedatangan dan kepergian para bintang jelang Liga 1 dimulai. Tentu, yang terpenting adalah kontribusi Liga 1 bukan cuma pada bisnis semata, tetapi juga sebagai elemen pembangun Timnas Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *