#KlipingPR Merasa Unggul, Persib Dilanda Malapetaka

“Lebar pisan euy, saeutik deui rek meunang.” Itulah ungkapan penyesalan kiper Persib Cecep Supriatna. Karena tenggelam dalam euforia setelah tendangan penalti lawan bisa dimentahkan, para pemain Persib lengah dan beberapa detik kemudian gawang Persib jebol.
Persib akhirnya harus puas dengan skor imbang 1-1 melawan Persitara Jakarta Utara di Stadion Kamal Muara, Jakarta, 7 Maret 2007. Dalam Pertandingan itu, Cecep tampil brilian dan setidaknya mementahkan empat serangan lawan. Aksi Cecep “Si Gegep” Supriatna yang paling menentukan adalah menepis tendangan penalti pemain lawan, Dos Santos menit ke-88 dan membuat bola melintir ke luar lapangan.
Pertandingan tersebut merupakan partai lanjutan Persib di Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia XIII-2007.

Gol penyeimbang lawan yang dicetak Yahya Sosomar itu terasa sangat menyesakkan karena terjadi menjelang bubaran. Hanya beberapa saat sebelum gol itu, Persib diganjar hukuman tendangan penalti karena Bayusutha menarik jersey Dos Santos di dalam kotak keramat.
Dos Santos yang menjadi eksekutor gagal mencetak gol dari titik 12 pas karena bola yang mengarah ke pojok kanan terbaca oleh Cecep.
Para pemain Persib bersorak gembira. Saat masih diliputi euforia, pemain Persitara dengan cerdas memanfaatkan momen itu dengan langsung mengambil tendangan penjuru. Bola diumpan ke tengah kotak penalti dan disundul Yahya Sosomar.
Sebelum tuan rumah menyamakan kedudukan, Persib unggul berkat gol bubuh diri stopper Persitara Ngako Gabriel menit ke-29.
Manajer Persib kala itu, Yossi Irianto menyesalkan sikap para pemain yang kehilangan konsentrasi. “Padahal saya selalu mengingatkan para pemain untuk selalu waspada,” katanya.***

kluber-news.com poker5star Sumber: Pikiran Rakyat