Ketika Lawakan Joshua Diobok-obok Hukum

Mendadak nama Joshua Suherman menjadi sorotan. Tapi bukan soal prestasi maupun hal yang dapat dibanggakan. Justru sebaliknya, mantan artis cilik ini menuai hujatan dan kritikan pedas dari warganet. Semua bermula dari materi lawakan Joshua yang dianggap melecehkan Islam.

Hal ini terjadi saat Joshua menyampaikan materi stand-up comedy di depan sejumlah penonton. Dalam video yang viral di media sosial itu, artis yang akrab disapa Jojo ini membawakan materi stand-up comedy yang menyinggung mengapa mantan personel Cherybelle, Anisa lebih eksis dibandingkan dengan leader grup tersebut, Cherly Juno.

Dalam materi lawakannya, dia menjelaskan, mengapa Anisa lebih terkenal dibandingkan dengan Cherly, tak lain karena agama yang dianut oleh Anisa.

“Semuanya Anisa, Anisa, Anisa ya kan? Padahal skill-nya tipis-tipis, nyanyi tipis, nge-dance tipis, cantik relatif, ya kan? Gue mikir kenapa Anisa selalu unggul dari pada Cherly, ah sekarang gue ketemu jawabannya. Makanya Che, Islam,” ujarnya dalam video tersebut.

Sontak materi lawakan yang dibawakan penyanyi Diobok-obok itu langsung mendapat sambutan tawa dari penonton. Salah satu peserta stand up comedy lainnya yang ada di belakangnya pun sontak langsung berkata, “Allahhu Akbar”. Joshua pun kembali melanjutkan pembicaraannya.

“Karena di Indonesia ini ada satu hal yang dengan hal sebesar apapun, mayoritas,” ujarnya.

Lawakan Jojo yang dianggap mengandung SARA ini langsung menuai respon. Warganet marah dan kecewa dengan guyonan Jojo.

“Segitunya banget nyari duit, sampe nyinggung agama orang,” kata salah satu warganet. “Ini yg katanya Pancasila? Woy,, punya mata tuh dipke. Anisa sma cherly diliat dr mana2 jg bagusan anisa. Ngapa lu bwa2 agamanya… Rasis luh Jo ga lucu!!!,” ujar yang lainnya.

Tak hanya Joshua, di saat bersamaan, Ge Pamungkas juga membuat warganet naik pitam. Kemarahan ini juga terkait dengan bahan lawakan Ge yang dianggap keluar jalur.

Saat mempromosikan film Susah Sinyal yang dibintanginya, Ge lebih dulu tampil stand up comedy. Dalam sebuah video yang viral, awalnya ia membahas kisah cintanya. Kemudian berlanjut membicarakan media sosial. Ge mengaku kesal lantaran belakangan ini, media sosial lebih banyak membahas agama dan politik.

“Dulu Jakarta banjir, ini gara-gara..Ini adalah azab kita punya gubernur..,” katanya dalam aksi lawakannya.

Terus ia kembali membandingkan komentar warganet saat ini berbeda dengan beberapa waktu lalu, dalam menghadapi banjir.

“Potong kuping gue. Nih sekarang, Jakarta banjir beda omongannya. Jakarta banjir, ini adalah cobaan dari Allah SWT,” kata yang lainnya. Penonton tepuk tangan mendengar ocehan pria pemilk nama Genrifinadi Pamungkas ini.

“Sesungguhnya Allah memberi cobaan kepada yang dicintai. Cintai lah, apaan,” katanya dengan mata melotot.

Pernyataan itu langsung mengundang sorotan dari warganet. Mereka tak terima dengan lawakan komika yang kini juga sibuk membintangi film tersebut.

Joshua dipolisikan

Tak perlu waktu lama, Forum Umat Islam Bersatu langsung membawa kasus ini ke ranah hukum. FBUI yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya, Rahmah Hirman mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Selasa 9 Januari 2018 untuk melaporkan Joshua.

Laporan yang dilayangkan Ketua FUIB Rahmat Himran itu tercatat di Bareskrim Polri dengan nomor LP/30/I/2018/Bareskrim tertanggal 9 Januari 2018. Rahmat Hirman mengucapkan bahwa materi stand up comedy yang dibawa oleh Joshua mengandung pelecehan agama.

“Ia membandingkan Anisa dan Cherly, tehadap keunggulan Anisa selama ini karena dia adalah seorang muslim. Inilah yang membuat para umat muslim kemudian merasa dilecehkan dalam hal ini,” ujar Rahmat.

Bareskrim Polri akan segera menyelidiki dugaan tindak pidana penghinaan agama, yang diduga Joshua.

“Iya kami selidiki dulu laporannya. Kan baru kemarin laporannya,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul saat dikonfirmasi, Rabu 10 Januari 2018.

Nantinya, dalam penyelidikan tersebut pihaknya akan memeriksa ahli guna menemukan apakah ada unsur pidana dan kasus ini bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak.

“Kami lakukan pemeriksaan ahli-ahli,” ujar Martinus.

Sementara itu, pihak Joshua melalui kuasa hukumnya, Achmad Budi Prayoga yang dihubungi VIVA, Rabu 9 Januari 2018, mengungkapkan bahwa kliennya tak terkejut dengan laporan tersebut.

“Reaksinya, ya dari Joshua siap menghadapi segala proses hukum yang akan dijalaninya,” kata Achmad menjelaskan.

Saat ditanya, apakah Joshua berniat meminta maaf atas lawakannya yang dianggap melecehkan umat Islam itu, Achmad menjelaskan tidak ada rencana tersebut.

“Karena konten yang dibicarakan oleh Joshua sendiri tidak mengandung pelecehan agama maupun mencemarkan agama Islam,” ungkapnya menjelaskan.

Sejauh ini baru materi lawakan Joshua yang dibawa ke polisi. Bagaimana dengan Ge Pamungkas? Menurut Rahmat Hirman, Ge Pamungkas yang juga memasukkan unsur Islam dan diduga melecehkan agama dalam materi lawakannya, dalam pekan ini akan segera dilaporkan ke Bareskrim.

“LSM lainnya akan melaporkan Ge Pamungkas pada pekan ini. Sementara dari kami fokus menangani kasus penistaan agama oleh Joshua,” ujarnya saat ditemui VIVA di Bareskrim, Jakarta Pusat.

Sementara itu, Ge Pamungkas sendiri belum mau bicara soal dugaan penistaan agama tersebut. Ge berjanji akan memberikan klarifikasi secepatnya mengenai pemberitaan tersebut.

“Kalau soal itu nanti saja saya kasih tahu. Nanti kok,” katanya saat dihubungi VIVA.

Diminta bertanggungjawab

Komedian Opie Kumis salah satu orang yang terkejut dengan materi lawakan Joshua dan Ge Pamungkas, yang dituding menghina Islam. Opie mengungkapkan bahwa menjadi komedian itu tak hanya harus pintar membuat orang tertawa, tetapi juga kritis dalam memilih tema untuk dijadikan bahan saat di atas panggung.

Ia mengingatkan agar para komedian untuk banyak belajar dan menghindari bahan lawakan yang mengandung SARA.

“Sebagai komedian harus cerdas, belajar agama agar mengerti batas-batas yang harus kita lontarkan dalam lucuan. Kan, banyak teknik dalam melucu. Kalau menurut guesih, emang orangnya yang kurang pinterlah, kurang cerdas,” katanya, saat dihubungi VIVA.

Bintang Pesbukers ini menjelaskan jika kedua selebriti itu tidak meminta maaf secara umum, dengan atau tanpa menggandeng ulama, kariernya akan kandas di tengah jalan.

“Kalau terbukti, dia harus minta maaf dan kalau dia bertahan dengan kesombongannya, kariernya sudah selesai,” kata pria yang gemar mengoleksi topi tersebut.

Sementara itu, rekan sesama komika, Ernest Prakasa mengingatkan bahwa setiap komedian harus memiliki tanggung jawab atas materi apapun yang disampaikan di sebuah pertunjukkan.

Meskipun sebagai seniman memiliki hak untuk berekspresi, Ernets menilai hal itu tentunya harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab dalam diri masing-masing.

Oleh karenanya, siapapun yang berani mengungkapkan sesuatu di hadapan publik, seharusnya juga berani mempertanggungjawabkannya.

“Ya itu, kita tuh seniman bebas berekspresi, tapi bebasnya, bebas bertanggung jawab. Jadi kalau ada dampak dari apa yang kita lakuin, ya kita harus siap, itu aja. Siap ngomong, siap tanggung jawab,” ujarnya.

Sebagai komedian Sapri juga mengingatkan bahwa untuk membuat orang tertawa itu tak harus membawa-bawa unsur SARA dalam bahan lawakan. Menurutnya, lawakan yang baik dan membangun itu tak melulu harus nyeleneh atau membawa isu yang sensitif yang dapat menyinggung orang banyak.

“Lawakan yang baik itu adalah yang bisa membuat pemirsa atau penonton tertawa semua. Omongan juga harus disortir, pikirkan dampaknya kayak apa. kalau lucu tapi mengundang SARA, buat apa,” ujarnya saat ditemui VIVA di studio ANTV.

Ia pun menegaskan bahwa pelawak itu harus tahu batas, dan bahan yang akan dipakai saat tampil. Apalagi, sudah ada beberapa yang terkena hujatan karena menyinggung soal SARA.

“Harusnya mereka berkaca sama yang kejadian kemarin-kemarin. Masa iya mau ngulangin kesalahan yang sama. Harus banyak lagi belajar jadi pelawak. Harus hati-hati,” ungkapnya.

Kehilangan pekerjaan

Ini bukan pertama kalinya para komika dihujat dan dicemooh warganet karena tersangkut kasus agama. Sebelumnya, Uus juga terkena serangan warganet karena cuitannya di Twitter dianggap menghina ulama.

Pria berkepala plontos ini dianggap menghina Imam Besar Front Pembela Islam, Rizieq Shihab. Cuitan Uus langsung bikin geger penghuni dunia maya.

Bak bola salju, cuitan Uus itu berbuntut panjang.Uus kehilangan pekerjaannya di berbagai acara televisi yang dibintanginya. Hal itu terjadi sejak adanya petisi boikot untuk memecat Uus.  Pria bertubuh tinggi ini pun harus rela kehilangan pekerjaan. Ia tak lagi muncul di televisi.

Selang beberapa waktu, pemilik nama Rizky Firdaus Wijaksana menyambangi Majelis Ulama Indonesia. Kedatangan Uus untuk meminta maaf kepada alim ulama dan umat Islam terkait kicauan di Twitter yang sempat menjadi viral.

Video Uus meminta maaf diunggah Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, Cholil Nafis di akun Facebook-nya. Melalui video tersebut, Uus menyampaikan maksud kedatangannya.

“Assalammualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Saya Uus, dan kali ini saya berada di MUI, bertemu dengan Pak Kiai Cholil Nafis, beliau telah bersedia, Alhamdulillah, ingin membantu saya dalam tabayun untuk klarifikasi kegaduhan yang ada di medsos kemarin,” kata Uus.

“Saya meminta maaf kepada seluruh umat Islam yang merasa tersinggung atas opini saya soal Islam yang damai, mungkin, tidak semua umat Islam mendapatkan respons yang baik jadi saya minta maaf. Dan Semoga dengan tabayun saya ini dengan Pak Cholil di sini bisa menjauhkan fitnah-fitnah yang mulai berdatangan,” lanjut komika tersebut.

Ernest Prakasa juga pernah mengalami menerima hujatan dari warganet. Hal ini terkait dengan postingan komika dan sutradara ini yang menyinggung pertemuan wakil Presiden, Jusuf Kalla dengan Zakir Naik di Twitter.

“JK dgn hangat menjamu Zakir Naik, org yg terang2an mendanai ISIS. Sulit dipahami,” tulis @ernesrprakasa.

Kicauan tersebut memang sudah dihapus. Tetapi, kecaman netizen terhadap Ernest terus memenuhi dunia maya.

Tak hanya itu, Ernest juga harus kehilangan kontrak pekerjaannya sebagai model Tolak Angin dari Sido Muncul.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, apa yang ditulis oleh Ernest di media sosial adalah tanggung jawab pribadinya yang tidak terkait dengan brand Tolak Angin. Dan dalam kontrak perjanjian kami dengan semua bintang iklan dengan jelas dinyatakan agar yang bersangkutan menjaga ucapan dan perilaku yang bisa membawa konsekuensi kepada brand.

Lalu terkait dengan kontrak Sidomuncul dan Ernest, Irwan mengungkapkan kontrak dengan Ernest memang akan segera berakhir dan secara pribadi Ernest sudah menyampaikan permintaan maaf serta penyesalannya.

“Ke depan kasus ini akan menjadi pembelajaran bagi kami agar lebih berhati-hati dalam menjalankan kerja sama dengan bintang iklan,” ujar Irwan dalam klarifikasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *