Kembalinya Sheila On 7

Sheila On 7 mengeluarkan lagu terbarunya, Film Favorit. Lagu yang diciptakan Erros itu masih kental dengan nuansa band asal Yogyakarta tersebut.  Meski lama tak mengeluarkan karya, Duta cs tetap tampil apa adanya. Eross juga menceritakan sisi lain lagu tersebut.

“Film Favorit ini kita break cukup lama enggak bikin lagu. Jadi lagu ini fresh setelah istirahat cukup lama,” ucap Erros saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Tak lama untuk merekam lagu ini, cukup dua hari. Yang lama justru mengumpulkan niat dari anggota. Awalnya, Sheila On 7 berencana mengeluarkan lagu tersebut di 2016. Berbagai halangan buat mereka baru merilisnya di awal 2018.

Tak hanya lagu baru, tetapi ada beberapa hal yang spesial sekaligus menjadi pengalaman pertama dari band pelantun Seberapa Pantas ini, setelah lama menghilang dari dunia rekaman.

Untuk pertama kalinya, band yang beranggotakan Adam, Duta, Eross Chandra, dan Brian ini menelurkan single melalui indie label, 507 Record. Band pencetak banyak hits ini juga baru kali ini menggunakan Music Director di singlenya. Seperti apa kisahnya, berikut wawancara VIVA bersama Sheila on 7, soal perjalanan baru dan kebangkitan Sheila On 7 di dunia musik.

Bisa diceritakan soal lagu Film Favorit?

Eross: Film Favorit itu karya pertama Sheila On 7 setelah menjadi indie. Jadikan, kita, Sheila On 7 itu ada dari tahun 96 dan tahun 98 kita kontrak sama major label dan berakhir sekitar 2014-2015. 2018 awal ini, kita rilis karya pertama yang di luar majorlabel. Lagunya sendiri bercerita tentang kalau kamu yakin sama sesuatu itu mengejarnya harus sungguh-sungguh. Segala cara harus dicoba, itu maksud lagunya.

Lantas, bagaimana agar lagu ini misinya bisa mudah dicerna pendengar?

Eross: Biar misinya lebih mudah diterima orang itu, kita sangkutkan dengan film. Karena film termasuk yang sangat dekat dengan remaja. Jadi remaja bisa have fun nonton film, baper nonton film, bisa berubah visi karena film. Jadi ketika judul lagunya itu Film Favorit mereka akan merasa lebih dekat dibanding judul-judul yang lain, yang ada dilirik lagu itu. Saya akan memperjuangkan kamu seperti di film favorit.

Asyiknya di mana bermusik dengan label baru?

Duta: Asyiknya sendiri itu sama aja sih, kita lepas dari label bukan enggak asyik. Seru sih, rasanya kayak awal mulai buat band. 2010 kita jalani, dengan segala macam kesalahan ini seru banget.

Lantas, bagaimana mengurus operasionalnya, dan bagaimana pembagian tugasnya?

Duta: Sejak 2010 untuk operasional saya urusi, Dirut dan Manajer Adam di manajemennya. Di 507 belum menentukan siapa kerjanya apa. Jadi untuk produk FilmFavorit ya manajemen yang menjalankan dibantu Brian dan Eross. Pembagian tugas bagaimana belum ada pembagian tugas konkrit label ini.

Lantas, bagaimana dengan promo lagunya?

Adam: Ya, itu karena kemarin kita baru di 507 records, secara struktur belum terbentuk, artinya kemarin ya, hal-hal seperti itu pernah melakukan hal itu saat di major label. Kita teleponin teman-teman radio, apalagi sekarang dengan niat Sheila on 7 di 507 records, ada single baru, ya kulonuwun. Kebetulan waktu itu yang telepon Duta.

Proses kreatif, ada adu argumen di antara personel?

Duta: Yang ini kayaknya enggak banyak diskusi yang panjang. Karena ada musicdirector-nya. Kita ini semangatnya apa sih yang mau diomongin sama music director-nya. Kira-kira gimana sih, memang dari kitanya yang gimana nih, gue begini aman enggak, lebih yang begitu kita ngobrol sama music director-nya

Kalau gue mau kasih harmoni, suara atau apa suara dua. Lebih kayak gitu. Baru nanti kalau sudah preview semua dengar. Jangan gitu deh, kayak di Film Favorit ada yang na..na..na…, itu obrolannya MD sama Eross. “Oh itu dipakai aja,” part itu tadinya saya enggak mau pakai, enggak ada itu, cuma take aja saya ada itu, iseng-iseng. Kata Eross dipakai aja, dipanjangin. Ya saya ikuti.

Mengapa memutuskan pakai Music Director di lagu ini, apa karena tak percaya diri?

Eross: Penyegaran pasti, kita pengen coba sesuatu yang baru. Album pertama sih, ada yang bantu secara teknis, namanya Steven Santoso, gitarisnya Musikimia. Habis itu kita benar-benar sendiri, karena sudah dapat pakem awal dari Mas Steven. Ke belakangnya kita ngembangin sendiri. Tapi 2017 akhirnya putuskan pakai MD, karena selama bertahun-tahun selalu sendiri, karena kalau enggak ada orang luar yang lihat, itu kita kadang-kadang bias, bagus apa enggak. Apakah ini, jatuhnya kayak lagu-lagu lain. Jadi bahan rujukan buat kita.

Label sendiri, berencana gandeng musisi muda?

Eross: Untungnya belum, tapi punya mimpi okelah. Yang jelas kali ini mau settledengan Sheila on 7 dulu, kalau sudah dapat orangnya siapa dan bagaimana yang bisa urusin, empat ini bisa fokus di musik kenapa enggak. Kali ini, realistisnya kita jalan dulu.

Adakah kalian bertengkar selama ini?

Eross: Diskusi pendapat, berantem pasti ada. Selama itu bisa dicari jalan tengahnya, berarti selesai di situ. Yang jelas semua punya pendapat masing-masing, apa yang terbaik buat band. Dan apa yang akan diaplikasikan ke band, itu yang harus dicari bersama. Semua punya ide, nah siapa yang oke, itu yang kita lakukan.

Apa yang biasa diributkan?

Eross: Tempat makan sih, paling sering sepele-sepee lah.
Adam: Salah satu, salah dua, habis itu mau ngapain, terus list lagu.
Duta: List lagu kadang-kadang, paling sering ngurutin list kan Eross, terus saya, ‘lagu ini enggak usah deh. Nanti di atas panggung beda lagi listnya, karena Sheila on 7 terkadang bercandanya kayak semi band kondangan gitu, maksudnya, kayak Adam gitu. Ngobrolnya hanya sama Eross, yang lain enggak dibilangin, jadi mereka harus siap. Karena lupa aja, saya cuma ngobrol sama Eross. Jadi yang lain, lah di list kan harusnya lagu yang ini, tiba-tiba lagunya apa. Mereka sudah siap aja. Padahal lagunya juga bukan lagu yang sering dimainin, ya mungkin latihan cuma satu dua kali bawain lagu itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *