Jika Argentina Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018, Tata Martino Bakal Bunuh Diri

Sang pelatih juga mengungkap, dirinya memang gagal dalam setahun menangani Barcelona. Martino menyebut, keputusan hengkang dari Barca sudah disusun jauh-jauh hari sebelum akhirnya Barca tak memenangi satu gelar utama pun pada musim 2013-2014.
Selama di Barcelona, Tata Martino hanya mempersembahkan gelar Piala Super Spanyol 2013, dengan menumbangkan Atletico Madrid. Namun di akhir musim, Barca rusak total. Mereka cuma menjadi runner-up La Liga kalah dari ATM, runner-up Copa del Rey kalah dari Real Madrid, dan tersingkir di 8 besar Liga Champions.
Penampilan tim di era Martino juga kurang menjanjikan. Sang pelatih dikritik karena secara ekstrem mengubah gaya main Barcelona yang awalnya mengandalkan penguasaan bola, menjadi direct fooball yang mengutamakan umpan-umpan panjang.
Tentang hal ini Martino menyebut, Perjalanan saya bersama Barcelona sepenuhnya gagal. Normalnya, gagal berarti tidak meraih trofi, tapi pandangan saya berbeda. Jika Barca menampilkan bentuk yang berbeda, meski kami tidak meraih gelar, hal tersebut bukan kegagalan. Tapi kami tidak juara, dan tidak bermain dengan apik.
Tata Martino aslinya dikontrak selama dua tahun di Barcelona. namun di musim pertama, ia sudah langsung pergi dari Camp Nou, lantas digantikan luis Enrique. Bagi Martino, keputusannya tersebut tidak diambil tiba-tiba setelah Barca gagal jaura Liga Spanyol. Menurutnya, tidak penting meneruskan sesuatu yang sudah mati sekian lama.
Kini Martino menangani timnas Argentina. Albiceleste sempat membuat jalur yang sulit menuju Piala Dunia 2018. Terkait hal ini, sang pelatih berani sesumbar, Saya akan bunuh diri jika Argentina tidak masuk ke Rusia. Hal ini akan menjadi kegagalan mutlak. Namun yang terpenting, Argentina haruslah meraih gelar (setelah puasa sekian lama).

kluber-news.com poker5star Sumber: Sidomi