Jennifer Dunn Dibekuk, Artis Tak Kapok Pakai Narkoba

Wajah tanpa beban dan rasa bersalah ditampilkan oleh artis cantik Jennifer Dunn, saat polisi akan menggelar konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa 2 Januari 2017. Jennifer justru memilih santai dan mengumbar senyum alias cengengesan di depan polisi serta awak media yang menunggunya.

Sesekali gadis berkulit putih ini membetulkan bulu mata dan menggaruk hidungnya, mengurangi ketegangan serta kecemasan.

“Entar dulu ya,” begitu sahut Jennifer saat menerima pertanyaan dari wartawan.

Jennifer mengaku menyesal dengan perbuatannya tersebut. Hukuman kurungan penjara atau rehabilitasi di rumah sakit ketergantungan obat pun menantinya.

Kepada polisi, Jennifer mengaku sudah dua kali memakai narkoba. “Baru dua kali Pak,” cetusnya.

Polisi menyebut Jennifer Dunn positif pakai narkoba. Barang bukti sabu seberat 0,6 gram didapatkan dari tersangka FS yang diketahui merupakan pesanan Jennifer Dunn.

“Jadi setelah dilakukan penangkapan, dilakukan tes urine, hasilnya positif amfetamin. Dua-duanya positif amfetamin,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Tidak Kapok Pakai Narkoba

Tertangkapnya Jennifer Dunn oleh pihak kepolisian, Selasa 2 Januari 2018 menambah rentetan daftar artis serta publik figur yang dibekuk karena kasus yang sama, yakni narkoba. Sebelumnya aktor Tio Pakusadewo, Tora Sudiro, musisi Marcello Tahitoe (Ello), pesinetron Ammar Zoni, Restu Sinaga, Rio Reifan dan masih banyak lainnya yang tertangkap polisi.

Jennifer seperti tak kapok. Padahal di tahun 2005 dan 2009 dia pernah tertangkap dengan kasus yang sama. Pengamat dunia hiburan Amazon Dalimunthe menyebut hukuman seperti rehabilitasi tak membuat artis pemakai narkoba jera.

“Hukuman yang diterima artis pemakai narkoba tidak menimbulkan efek jera. Selama ini hukuman dari pengadilan atau polisi kalau tidak rehablitasi atau penjara. Kalau ulangan seperti ini (kasus Dunn) jatuhnya residivis harusnya hukuman penjara bisa jera,” ucap Amazon kepada VIVA.

Amazon menyayangkan status artis tersangka narkoba selama ini adalah sebagai seorang pemakai saja.

“Jadi kalau buat artis yang ditangkap atau pernah ditangkap tidak cukup disebut sebagai pengedar dan dibilangnya pemakai sendiri. Yang menjadi pertanyaan jadi berapa kali dia pakai,” ucap Amazon.

Amazon menyebut artis yang memakai narkoba adalah sebuah gaya hidup.

“Saya melihat narkoba di kalangan artis sebagai lifestyle (gaya hidup). ‘Kalau aku capek harus pakai narkoba’,” ucapnya.

Amazon menginginkan hukuman bagi pelaku narkoba harus sama di mata hukum nantinya.

“Kalau ke artis hukuman tidak maksimal. Bisa faktor keahlian pengacaranya atau barang bukti yang tidak memadai. Publik figur yang tertangkap narkoba harus hukuman yang bikin jera apalagi ulangan (tertangkap lagi),” ucapnya.

Siapa Saja Bisa Kena

Narkoba menghantui siapa saja tak hanya kalangan artis serta musisi di jagat hiburan. Pengamat musik Bens Leo mengatakan siapapun bisa kena narkoba jika tak bisa melindungi dirinya, meski dunia musik pun rentan terhadap barang haram tersebut.

“Siapa saja bisa kena. Enggak hanya kalangan artis dan pemusik saja,” ucap Bens.

Bens sempat miris panggung musik sempat jadi sorotan dengan tertangkapnya sejumlah musisi karena penyalahgunaan narkoba. Sebut saja eks vokalis Kerispatih, Sammy Simorangkir, gitaris band Padi, Ari Tri Sosianto, lalu Marcello Tahitoe (Ello),  lalu Andika The Titans dengan barang bukti narkoba jenis ganja sintesis alias gorilla.

“Ya, mereka kena narkoba karena salah pergaulan dan lingkungannya. Jadi harus bisa menghindarinya,” ucap Bens.

Bens sendiri menyebut bahaya narkoba yang menghantui musisi di Tanah Air lebih bahaya ketimbang kasus bunuh diri yang dilakukan para penyanyi Korea lantaran alasan depresi.

“Seminggu lalu saya diwawancara soal kasus bunuh diri artis dan musisi di Korea. Mereka bunuh diri karena tuntutan profesi dan pressure dari manajemen mereka serta persaingan. Kalau di Indonesia, bagi saya narkoba lebih gawat karena itu bahaya masalah ketergantungan dan bisa membuat orang meninggal, tewas,” ucap Bens.

BBN Siap Tembak Mati

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso mengemukakan, kalangan selebriti kerap menjadi sasaran peredaran narkoba.

Bahkan, pria yang akrab disapa Buwas itu menduga ada artis terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. “Teman-teman artis masih banyak (yang pakai narkoba). Bahkan ada yang masuk dalam kelompok jaringan (pengedar narkoba), dan ini udah berat,” kata Buwas.

Buwas menegaskan, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Bahkan, apabila ada artis yang memberikan perlawanan padahal sudah terbukti terlibat dalam jaringan narkoba, ia tak segan untuk memerintahkan anggotanya menindak tegas artis tersebut.

“Mudah-mudahan mereka segera berhenti. Karena apa, kami akan melakukan tindakan tegas dan keras. Jangan sampai nanti ada artis yang dijadikan contoh karena melakukan perlawanan harus kami tembak. Kalau akibatnya meninggal, itu konsekuensinya. Dalam kaca mata penegakan hukum, tidak ada perbedaan perlakuan,” katanya.

Sejauh ini, menurut Buwas, belum ada artis yang terbukti secara nyata terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Namun, Buwas memperingatkan agar para artis yang merupakan publik figur segera keluar dari lembah hitam peredaran narkoba.

“Karena kalau ini nanti dilakukan teman-teman artis dan tidak mau keluar dari jaringan, dan dia terlibat jadi pengedar aktif, dan melakukan perlawanan terhadap penegak hukum maka akan sama kami lakukan tindakan tegas. Penindakan tidak mengenal status sosial,” ujar Buwas.

Profesi Artis Rentan Narkoba

Sebelumnya, Buwas menyebut profesi artis rentan terhadap narkoba. Meski menyebut profesi artis rentan terhadap narkoba, namun Buwas menegaskan bahwa hal tersebut, tidak berarti artis identik dengan narkoba. Hanya saja, bila artis tertangkap narkoba lebih cepat terekspos karena popularitasnya dibanding warga biasa.

“Saya kira jangan terus hukum profesi artis itu rentan narkoba. Memang harus diakui profesi yang rentan salah satunya artis, kenapa juga mudah terekspos karena publik figur,” kata Buwas di Kantor BNN.

Buwas mengingatkan publik agar tidak menyamaratakan semua artis. Menurutnya, apabila seorang artis terjerat kasus narkoba, itu merupakan ulah individunya, dan bukan berarti semua profesi artis terlibat narkoba.

“Kita tidak boleh bicara begitu, ini orang per orang dan memang kalangan artis rentan. Mereka (kalangan artis) sudah berbuat tapi kan ada oknum,” ujarnya.

Mantan Kabareskrim Polri itu menambahkan, untuk memberikan efek jera kepada para pengguna narkoba, aparat harus memberikan hukuman yang sesuai. Hal ini perlu dilakukan agar pelaku tidak mengulangi kesalahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *