Buka Surat Berisi Bubuk Putih, Menantu Trump Dibawa ke Rumah Sakit

Menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Vanessa Trump, harus dibawa ke rumah sakit setelah membuka surat yang berisi bubuk putih.

Vanessa membuka surat yang ditujukan kepada suaminya, Donald Trump Jr, sekitar pukul 10.00 di apartemennya, di lingkungan Sutton Place, New York, AS.

Dilansir dari The Independent, Senin (12/2/2018), penyelidikan pendahuluan menunjukkan bubuk tersebut tidak berbahaya.

Untuk tindakan pencegahan, Vanessa, ibunya, dan satu orang lainnya dibawa ke rumah sakit.

Vanessa juga sempat menelepon 911, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit karena batuk dan merasa mual.

“Bubuk itu ada di dalam surat yang ditujukan kepada Donald Trump Jr,” kata juru bicara kepolisian New York Carlos Nieves.

Donald Trump Jr merespons insiden tersebut melalui akun Twitter-nya.

“Bersyukur Vanessa dan anak-anak saya aman dan tidak terluka setelah situasi yang sangat menakutkan terjadi pagi ini,” tulisnya.

“Sungguh menjijikkan ada beberapa orang memilih untuk mengekpresikan pandangan menentang dengan perilaku yang mengganggu seperti itu,” tambahnya.

Thankful that Vanessa & my children are safe and unharmed after the incredibly scary situation that occurred this morning. Truly disgusting that certain individuals choose to express their opposing views with such disturbing behavior.

— Donald Trump Jr. (@DonaldJTrumpJr) 12 Februari 2018

ABC melaporkan belum diketahui apakah ada anak dari pasangan tersebut yang berada di rumah ketika peristiwa itu terjadi.

Departemen kepolisian New York dan Secret Service juga sedang menyelidiki kasus ini lebih jauh.

Donald Trump Jr menikah dengan Vanessa di Mar-a-Lago, Florida pada 2005. Trump Jr pernah meminta satuan pengawal presiden atau Secret Service untuk tidak mengawasi keluarganya.

Dia menginginkan lebih banyak privasi, namun Secret Service kembali ditugaskan ke keluarganya seminggu kemudian.

Pihak berwenang AS mengimbau agar makin waspada terhadap surat yang berisi bubuk putih sejak 2001. Saat itu, amplop yang dicampur antraks dikirim ke media dan anggota parlemen AS, menewaskan lima orang.

Presiden Trump dilaporkan telah berbicara dengan menantunya pada Senin (12/2/2018) siang. Namun, juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders menolak berkomentar lebih lanjut mengenai penyelidikan insiden tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *